Tampilkan postingan dengan label Layanan sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Layanan sosial. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 April 2012


"Berkomunikasi dengan Kedua Orangtua"

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”
(Al-Isra, QS. 17:23)
“Maka jangalah kamu katakan pada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka, ucapkanlah pada mereka perkatan yang mulia. Rendahkanlah dirimu terhadap keduannya serta berdo’alah: ‘’ Wahai Robbku, kasihinilah kedua orang tuaku sebagaimana keduanya mengasihi aku diwaktu kecil“
 (Al Israa 23-24).
à Lemah lembut
à Tidak membentak
à  Tidak berkata “ah”
à  Tidak dengan nada suara tinggi
à  Dengan perkataan yang santun

“hendaklah semboyan yang diucapkan oleh anak-anak ketika memperoleh suatu pelajaran dari kedua orangtuanya adalah “ini pelajaran penting” untuk memberikan kegembiraan di hati mereka dan membiasakan diri dengan sikap rendah hati”

Ketika Memandang Orangtua...
Rasulullah Shalallahu’alayhi wa Sallam bersabda;
 “apabila orangtua melihat anaknya kemudian merasa gembira, maka si anak memperoleh pahala membebaskan satu orang budak.”
ath-Thabrani dari Ibnu Abbas

Al Munawi dalam kitab Faidhul Qadir menyebutkan dari Ibnu Abbas
“Tidaklah seseorang memandang wajah kedua orangtuanya dengan pandangan kasih sayang, melainkan Allah memberinya pahala seperti pahala haji yang mabrur lagi diterima”

Kamis, 19 April 2012



Mengatasi Ejekan Teman

A.  Ejekan Teman
Dalam kehidupan sesama teman pasti sudah tidak asing kan dengan namanya ejekan? Ejekan biasanya dilakukan seorang teman kepada teman yang lain atau suatu hal ketika ada seseorang atau hal lain yang dianggap aneh dan menurutnya lucu , tidak sesuai dan asing bagi dirinya. Seseorang sering diejek, dihina bahkan “dijatuhkan” oleh orang lain karena orang lain menganggap kita memiliki suatu yang melekat di dirinya yang dianggap oleh orang lain tidak sesuai.
Terkadang orang yang mengejek sering diluar batas kewajaran dan cenderung menyakitkan dan menjatuhkan orang lain secara kasar. Tapi tidak ada hal yang tidak bisa diatasi, temasuk Menerima ejekan dari orang Lain. Ejekan juga tidak harus disikapi dengan emosional tinggi(marah, dll). Ejekan adalah fakta dalam kehidupan, yang suka atau tidak suka harus anda hadapi, bahkan dalam hubungan pertemanan.
B.  Faktor yang menyebabkan ejekan sesama teman
1.      Ketika seseorang masuk kedalam lingkungan yang lain.
2.      Berasal dari luar diri anak.
"Biasanya anak-anak kecil itu, kan, suka nge-geng. Kalau yang satu pakai sesuatu, maka yang lain juga harus pakai. Nah, anak yang tak bisa memenuhi apa yang diharapkan oleh lingkungannya ini akan menjadi terpencil. Dia nggak diajak main oleh teman-temannya.
3.      bisa terjadi karena modeling  dari melihat lingkungan.
4.      Misalnya, anak mengolok-olok temannya, kemudian lingkungan di sekitarnya tertawa karenanya. "Ini akan jadi reward  bagi anak, sehingga makin lama anak akan makin sering melakukannya untuk mendapatkan tertawa orang," jelasnya. Bisa juga anak mencontoh dari TV atau film. Misalnya, adegan orang mengolok-olok yang membuat anak terkesan dan merasa, "Oh, kalau mengolok-olok seperti itu, orang akan tertawa."

5.      pola asuh orang tua. Anak yang diperlakukan secara keras dan dengan kata-kata yang pedas, maka akan juga berlaku serupa kepada yang lebih lemah semisal adik atau temannya yang lebih kecil. "Anak yang sulit untuk mengatakan tidak, misalnya, itu bisa karena orang tuanya terlalu otoriter atau terlalu keras sehingga anak tak punya kesempatan untuk berbicara." Padahal, anak juga memiliki kebutuhan berbicara untuk mengekspresikan dirinya. "Kalau anak diam saja di rumah, bukan berarti dia mengiyakan apa kata orang tuanya tapi karena kesempatannya yang enggak ada. Akhirnya dia coba di luar dengan cara mengolok-olok temannya."